Upacara Peringatan Hari Kartini

Our design services starts and ends with a best in class experience strategy that builds brands.

Home ☛ Uncategorized  ☛  Upacara Peringatan Hari Kartini
header-1

Busana Kebaya dan Lurik, MTsN 10 Ngawi Peringati Hari Kartini 2026 dengan Nuansa Budaya

Pemandangan berbeda terlihat di lapangan utama MTsN 10 Ngawi pada Selasa pagi, 21 April 2026. Jika biasanya warga madrasah tampil dengan seragam formal, kali ini suasana berubah menjadi semarak dan penuh warna dalam rangka memperingati Hari Kartini. Seluruh guru, staf, dan siswa tampil anggun dan gagah mengenakan berbagai busana adat nusantara.

Peringatan tahun ini mengusung tema semangat emansipasi dan pelestarian budaya, yang diwujudkan melalui kewajiban mengenakan baju adat, lurik, serta kebaya bagi seluruh warga madrasah.

Upacara Khidmat dalam Balutan Tradisi

Kegiatan diawali dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat. Uniknya, seluruh petugas upacara hingga pembina upacara menjalankan tugas mereka dengan tetap mengenakan pakaian adat. Siswa laki-laki tampak gagah dengan balutan busana lurik khas Jawa, sementara siswi dan jajaran guru perempuan tampil anggun dengan berbagai model kebaya yang merepresentasikan sosok Kartini modern.

Dalam amanatnya, Waka Humas MTsN 10 Ngawi, Siti Ludiyah, S.Pd., menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar ajang berganti pakaian, melainkan momen untuk merefleksikan perjuangan RA Kartini dalam memajukan pendidikan.

"Mengenakan baju adat adalah simbol bahwa kita tidak melupakan akar budaya bangsa. Namun, yang lebih utama adalah bagaimana siswi-siswi MTsN 10 Ngawi mampu meneladani kecerdasan dan keberanian Kartini dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita," pesan beliau di hadapan seluruh peserta upacara.

Representasi Keberagaman Nusantara

Tidak hanya terbatas pada budaya Jawa, beberapa siswa juga terlihat mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah lain di Indonesia. Keberagaman ini menciptakan harmoni visual yang indah, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk lebih mengenal kekayaan budaya bangsa sendiri.

Salah satu siswa kelas 9 mengungkapkan rasa bangganya bisa mengenakan baju adat ke sekolah. "Meskipun persiapannya lebih lama dari biasanya, tapi rasanya senang dan bangga bisa merayakan Hari Kartini bersama teman-teman dengan baju seperti ini. Jadi terasa semangat perjuangannya," ujarnya.

Rangkaian Kegiatan Pendukung

Setelah pelaksanaan upacara, peringatan Hari Kartini di MTsN 10 Ngawi juga dimeriahkan dengan berbagai lomba internal yang melibatkan kreativitas siswa, mulai dari lomba peragaan busana adat (fashion show) hingga lomba literasi mengenai biografi pahlawan wanita Indonesia.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus menumbuhkan rasa cinta tanah air serta memotivasi para siswi untuk terus berprestasi dan menunjukkan peran aktifnya dalam memajukan bangsa, sebagaimana impian luhur Raden Ajeng Kartini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *