NGAWI – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Agung Baiturrahman Kabupaten Ngawi pada Selasa pagi (27/1/2026). Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Pemkab Ngawi berkumpul dalam balutan busana muslim putih, memenuhi shaf-shaf masjid kebanggaan warga Ngawi tersebut.
Acara ini bukan sekadar seremoni rutin. Pertemuan besar ini merupakan integrasi dari tiga momentum bersejarah: Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI, serta Milad ke-25 BAZNAS.

Tiga Momentum, Satu Napas Perjuangan
Dalam laporannya, panitia penyelenggara menekankan bahwa kolaborasi peringatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas instansi. Kehadiran ASN di lingkungan Satker Kabupaten Ngawi menunjukkan komitmen kuat dalam menyelaraskan tugas kedinasan dengan nilai-nilai spiritualitas.
Momentum HAB ke-80 menjadi pengingat dedikasi Kemenag dalam menjaga kerukunan umat, sementara Milad ke-25 BAZNAS menegaskan peran strategis pengelolaan zakat dalam mengentaskan kemiskinan di wilayah Ngawi.
Puncak acara diisi dengan mauidzah hasanah oleh tokoh nasional, Prof. Dr. KH Moh Ali Aziz, M.Ag. Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini membawakan ceramah dengan gaya khasnya yang komunikatif, segar, namun sarat makna.
Dalam paparannya, Prof. Ali Aziz menekankan bahwa peristiwa Isra' Mi'raj adalah potret komunikasi vertikal (kepada Allah) dan horizontal (kepada sesama manusia) yang sempurna.
"Isra' Mi'raj mengajarkan kita tentang kedisiplinan waktu melalui salat. Jika ASN mampu menerapkan disiplin salat dalam disiplin kerja, maka pelayanan publik di Ngawi akan menjadi teladan nasional," ujar sang profesor di hadapan para jamaah.
Beliau juga mengajak para ASN untuk menjadikan momen Milad BAZNAS sebagai pengingat pentingnya keberkahan harta melalui zakat dan sedekah, guna mendukung program kemanusiaan di tingkat lokal. Antusiasme peserta terlihat dari penuhnya area serambi hingga lantai dua masjid. Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Ngawi yang lebih sejahtera dan religius.

