SAS Gasal Tahun Ajaran 2025/2026

Our design services starts and ends with a best in class experience strategy that builds brands.

Home ☛ Berita Madrasah  ☛  SAS Gasal Tahun Ajaran 2025/2026
header-1

MTsN 10 Ngawi melaksanakan Sumatif Akhir Semester (SAS) Gasal Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung mulai 24 November hingga 2 Desember 2025. Pelaksanaan SAS tahun ini kembali menggunakan sistem digital berbasis LMS Tsansega, sebagai wujud komitmen madrasah dalam mendukung pembelajaran modern dan efisien.

Selama pelaksanaan, seluruh peserta didik kelas 7, 8 dan 9 berjumlah 483 mengikuti ujian melalui akun masing-masing di LMS Tsansega dengan terbagi menjadi 2 sesi. Para guru bertindak sebagai pengawas pada tiap sesi ujian, sekaligus memastikan proses pengerjaan berjalan tertib, lancar, dan sesuai aturan.

Kepala MTsN 10 Ngawi menyampaikan bahwa penggunaan LMS Tsansega telah memberikan banyak kemudahan, baik dalam manajemen soal, pelaksanaan ujian, hingga rekapitulasi nilai. Selain itu, sistem ini dinilai mampu meningkatkan literasi digital siswa serta meminimalisir penggunaan kertas.

“Dengan pelaksanaan SAS berbasis LMS, madrasah ingin membiasakan siswa menghadapi perkembangan teknologi sekaligus menciptakan proses evaluasi yang lebih transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Selama periode SAS, madrasah juga menyiapkan tim teknis untuk memastikan server berjalan stabil dan membantu siswa apabila mengalami kendala akses. Secara umum, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan tanpa kendala berarti.

Pada tanggal 2 Desember 2025, ada monitoring SAS Gasal oleh Bapak Yusuf Masruri, S.Ag., M.H. (Kasi Penma Kementerian Agama Kabupaten Ngawi). Beliau juga memberikan pembinaan kepada Guru dan Pegawai tentang Asta Protas (Aksi Proyeksi Toleransi dan Moderasi Beragama). Ini adalah delapan program utama yang dicanangkan oleh Menteri Agama untuk periode 2025-2029, yang bertujuan agar seluruh program kerja Kemenag memberikan dampak langsung kepada masyarakat, sejalan dengan visi "Asta Cita" dan 17 program prioritas Presiden dan Wakil Presiden. Selain itu mengingatkan kembali tentang 5 Budaya Kerja Kementerian Agama

Ini adalah nilai-nilai fundamental yang harus dipegang oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag. Kelima budaya kerja ini ditetapkan untuk membangun ciri khas dan menyatukan komitmen pegawai. Kelima Budaya Kerja tersebut adalah:

  • 1. Integritas: Keselarasan antara hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan yang baik dan benar.
  • 2. Profesionalitas: Bekerja secara disiplin, kompeten, dan tepat waktu dengan hasil terbaik.
  • 3. Inovasi: Menyempurnakan yang sudah ada dan mengkreasi hal baru yang lebih baik.
  • 4. Tanggung Jawab: Bekerja secara tuntas dan konsekuen.
  • 5. Keteladanan: Menjadi contoh yang baik bagi orang lain.

Sebagai tenaga pendidikan dalam pengembangan kurikulum di Madrasah, terutama dalam konteks penguatan Pendidikan Islam, sering disebut tentang Lima Pilar Kurikulum Berbasis Cinta, yaitu:

  • Cinta kepada Allah dan Rasul.
  • Cinta kepada Ilmu.
  • Cinta kepada Diri Sendiri dan Sesama.
  • Cinta kepada Lingkungan (Ekoteologi).
  • Cinta kepada Tanah Air.

Pada periode 2019-2020, Kemenag juga pernah mengumumkan Lima Program Prioritas Kemenag yang fokus pada:

  1. Penguatan moderasi beragama
  2. Peningkatan layanan keagamaan
  3. Peningkatan kualitas pendidikan agama
  4. Pelayanan haji dan umrah
  5. Reformasi birokrasi dan transformasi digital

Konsep "Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia" aspirasi yang sangat populer dan sering digunakan dalam konteks pengembangan madrasah. Jangan dijadikan jargon saja melainkan sebagai visi madrasah yang bisa diraih demi madrasah lebih baik, lebih baik madrasah.

Dengan selesainya pelaksanaan SAS Gasal ini, diharapkan hasil evaluasi dapat menjadi tolok ukur peningkatan mutu pembelajaran serta menjadi dasar bagi madrasah dalam merancang strategi pembelajaran pada semester berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *